Kegiatan


RAKERNAS FKPT 32 PROVINSI TAHUN 2019

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Mercure Hotel Ancol Jakarta, selama tiga hari pada tanggal 18 hingga 20 Februari 2019. Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya ini turut mengundang Pengurus FKPT dari 32 Provinsi di Indonesia.
 
Rakernas ini diharapkan dapat meningkatkan soliditas pengurus FKPT dalam mengemban visi misi penanggulangan terorisme di daerah. Diadakan berbagai pembahasan dalam acara ini termasuk strategi meningkatkan kinerja pencegahan radikalisme dan terorisme melalui FKPT, pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme dan masih banyak lagi. Sebagai narasumber yang akan mengisi tiap sesi kegiatan diantaranya adalah aktivis perempuan, ahli IT, akademisi serta narasumber lain yang kompeten di bidangnya.
 
Acara pembukaan Rakernas diawali oleh penampilan Atraksi Seni Budaya Nusantara yang dipersembahkan oleh perwakilan FKPT dari beberapa Provinsi lalu dilanjutkan dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I. Dalam laporannya beliau mengatakan bahwa ada peluang besar untuk mencegah penyebaran radikalisme jika dilakukan melalui pendekatan berbasis kearifan lokal di daerah. Seiring perubahan isu disekitar, perlu selalu ada penyesuaian tugas dan fungsi FKPT. Salah satu contohnya adalah penyesuaian komisi yang membawahi perempuan dan anak yang dibentuk khusus. Keputusan ini tidak sembarangan diambil melainkan telah melewati pertimbangan yang matang melalui riset, penelitian serta masukan para ahli.
 
“Perempuan menjadi fokus tersendiri karena rentan terpapar radikalisme namun sekaligus di sisi lain sangat potensial menjadi agen perdamaian” ujarnya.
 
Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H, turut hadir pada Senin pagi (18/2/2019) untuk memberikan pidato kunci sekaligus secara resmi membuka Rakernas FKPT tahun anggaran 2019. Dalam pidatonya, Kepala BNPT mengingatkan bahwa memasuki tahun politik penting sekali menjaga perdamaian.
 
 
 
Mantan Sekretaris Lemhanas ini menyampaikan bahwa sebagai kepanjangan tangan dari BNPT di daerah, diharapkan FKPT dapat memberikan keamanan dan kenyamanan serta menebarkan benih perdamaian karena dengan meningkatnya suhu politik sekarang ini, tidak bisa dihindari akan muncul potensi konflik antar pendukung paslon maupun antar parpol yang dapat dimanfaatkan sebagai celah masuknya persebaran paham radikal dan ancaman terorisme di berbagai daerah.
 
Hal yang perlu diperhatikan bahwa dengan momentum ini, potensi ancaman yang muncul berbeda-beda tergantung kondisi sosial dan budaya di daerah tersebut, sehingga FKPT sebagai representasi BNPT dalam pencegahan paham radikal-terorisme di daerah perlu mencermati dan mengenali masing-masing daerahnya. Kepala daerah di tiap wilayah punya peran penting melakukan soft approach mencegah paham radikalisme dan terorisme karena memiliki akses sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi. 
 
“Saya akan meminta bantuan dari jajaran daerah untuk membantu FKPT melakukan redefinisi, reformasi, formulasi dan inventarisasi kearifan lokal. Inilah keunggulan kita yang selama ini kurang diperhatikan padahal ada nilai filosofinya. Merekalah yang tau persis akar budaya dan akar masalahnya. Mereka tau persis bagaimana memberikan treatment yang terbaik. Perlu disiapkan juga dengan baik ‘transfer knowledge’ mengenai kearifan lokal kepada generasi milenial karena merekalah masa depan Indonesia.”